Postingan

Mempertahankan Eksistensi Pesantren di Tengah Gempuran Ngaji Online

Gambar
      Corak keislaman di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari negara-negara lainnya. Dari sinilah lahir sebutan Islam Nusantara(walaupun istilah nusantara dalam arti yang lebih luas merupakan cakupan dari beberapa negara di asia tenggara) sebagai simbol bahwa dalam penerapan nilai-nilai keislaman di bumi nusantara banyak mengalami akulturasi dengan ajaran Hindu-Buddha. Salah satu contohnya ialah Masjid Menara Kudus yang menggabungkan antara budaya Islam dengan budaya Hindu. Selain itu, penyebaran Islam yang dilakukan oleh Wali Songo dengan pendekatan tasawuf dirasa lebih mudah diterima dan dipahami oleh penganut Buddha kala itu. Sebab, ajaran Buddha pun cenderung menekankan aspek pembersihan jiwa atau tazkiyatunnafs dengan banyak menjalankan laku tirakat. Sumber : www.freepik.com      Sebagai wadah pembekalan ajaran agama, Sunan Ampel mendirikan pondok pesantren Ampel Denta sekaligus menjadi awal mula kemunculan pesantren di Indonesia....

Flauresia

tiba tanpa kabar hilang tanpa sadar semakin jauh dari radar cinta yang ala kadar setia kunanti; balasan dari laut terdalam. dibacakannya sajak-sajak lawas seakan baru dibuat tadi pagi ah, ia pandai membuat jatuh hati Diri yang lain bertanya "Apakah ia memiliki perasan serupa?" Lantang kujawab "Ya!" Tersipu malu aku bahagia oleh wasangka yang samar

Ulama Instan

Gambar
Sumber : www.tokopedia.com Kali ini penulis enggan menyalah-nyalahi globalisasi, hihi. Tema yang diangkat lebih bertujuan untuk menyadarkan diri sendiri dan khalayak ramai pada umumnya.    Gelar ulama identik pada seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam (fahmun 'amiq) terhadap berbagai disiplin ilmu agama, seperti fiqih, ushul fiqih, tafsir, hadits, akhlaq, adab (lughoh) dan lain sebagainya. Pada zaman dahulu, ulama yang cakap pada satu bidang(fan ilmu) pastilah mumpuni dalam bidang ilmu lainnya. Sebagai contoh, dapatlah kita menilik sosok Imam Jalaluddin As-Suyuthi yang terkenal akan kepiawaiannya dalam tafsir (sehingga dapat melanjutkan karya Imam Mahalli di bidang tafsir yang belum sempat terselesaikan) namun tidak menafikan bahwa ilmu-ilmu lain tidaklah luput dari perhatiannya. Begitu pula Imam Nawawi yang populer akan kefaqihannya. Imam Nawawi juga memiliki karya lain seperti Bustanul 'Arifin (tasawuf), Riyadhussholihin (hadits), At-tibyan fi adabi hamalatil q...

Sebelum Lenyap

usap ubunku dengan pustakamu bakar hati-ku dengan ambisimu agar hidup tak sekedar//lahir lalu mati//hilir mudik ke sana ke sini; hidup tiada bernilai kitalah pengamat teks kehidupan kitalah pemberi harakat teks kehidupan kitalah pengimla teks kehidupan membaca, menulis, berdongeng sebelum semua hilang dilenyapkan, kata orang

Tersesat karena membaca?

     "Jangan belajar filsafat, nanti kamu mikir yang aneh-aneh" "Jangan baca buku itu, nanti iman kamu goyah" dan berbagai macam larangan sejenisnya. Setidaknya itulah realita yang terjadi pada masyarakat kita. Stereotipe yang terkadang berlebihan menyebabkan rasa takut untuk mencari tau lebih lanjut isi dari buku yang dilarang. Jangankan membaca, melihatnya saja sudah menimbulkan kengerian!. Agaknya pepatah yang mengatakan "Buku adalah jendela dunia. Membaca adalah kuncinya" harus dipahami ulang bahwa tidak semua jendela boleh dibuka. Ada beberapa jendela yang terlanjur dicap buruk/berbahaya oleh masyarakat sehingga untuk membukanya harus berani melawan mainstream yang beredar. Namun, jika jendela dunia tersebut dibatasi. Bagaimana mungkin manusia dapat maju serta berkembang sesuai dengan perkembangan zaman?   Penilaian secara praktis yang telah saya sebutkan di atas berawal dari masih banyaknya manusia yang belum paham letak perbedaan antara pemikiran da...

Milenialisantri

Gambar
www.freepik.com Arus globalisasi yang sangat deras dan tidak dapat dibendung membuat hal positif dan negatif yang masuk tidak dapat difilter lagi. Hal itulah yang dialami oleh seorang remaja bernama Ryan Pahlevi. Remaja asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini gemar mengikuti trend pakaian yang ke barat-baratan. Selain itu, ia juga sering membuang-buang waktu bersama teman-temannya dengan nongkrong, bermain gitar, dan mengganggu tetangga sekitar. Di suatu sabtu pagi, ayah pahlevi menasehatinya tentang keseharian pahlevi yang makin hari makin tidak jelas “Levi,,mau sampe kapan lo terus-terusan kaya gini? . Yaa Allah,, kapan lu mau berubah?” ujar ayah pahlevi. “Yailah babeh kaya gak pernah muda aja. Namanya juga anak muda. Mumpung masih muda levi puas-puasin maen. Nanti kalo udah tua, baru levi rajin ibadah.” jawab pahlevi santai. “Astagfirullah, tong... Istighfar! Umur itu enggak ada yang tau, vi. Kalo lu masih gini-gini aja dan gak ada perubahan, babeh pengen masukin elu ke pesantren! ...

Budak siapa?

Gambar
       Di suatu negeri, terjadi percakapan antara budak dan tuannya. Hamba itupun mengajukan pertanyaan pada majikannya "Tuan, sebenarnya aku ini budak siapa?". Tuannya pun tercengang, ia tak dapat menjawab pertanyaan hamba sahayanya. Hamba itupun pergi kepada seorang yang terkenal arif di negerinya untuk menanyakan hal yang sama.         Orang yang terkenal arif itu pun menjawab "Kau adalah hamba bagi nafsumu. Tinggallah di surauku dan akan kuajari bagaimana caranya menjadi tuan bagi dirimu". 10 tahun berselang, hamba sahaya itupun kembali pada tuannya dengan perasaan yang kalut. Bayangkan saja, dalam waktu yang lama meninggalkan majikan tanpa kabar hanya untuk mencari jawaban atas persoalannya.        Setibanya di kediaman sang majikan, ia melihat seorang lelaki tua dengan rambut beruban lengkap beserta jenggot yang menutupi seluruh janggutnya sedang duduk di teras rumah majikannya. Sang hamba sahaya pun menyapa lelaki t...