Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Rubuhnya Pohon Cinta(3)

Gambar
       Sumber : www.unsplash.com      Alhamdulillah, setelah 3 hari Eyang koma hari ini beliau sadarkan diri. Namun, dokter belum berkenan mengizinkan beliau pulang. Benar saja, Eyang banyak melupakan nama anggota keluarganya. Eyang hanya ingat Ayahku. "Rendi nang ndi?(Rendi dimana?)" "Hadir, Pak" jawab ayahku. Seluruh anggota keluarga berkumpul di kamar rumah sakit ketika itu. "Ren, iki sopo? Ko ono wong akeh?(Ren, ini siapa? Ko ada banyak orang?)" beliau terlihat kebingungan "Niki Rahmi, dst(Ini Rahmi, dst)" ayah menyebutkan nama masing-masing anggota keluarga Eyang. "Mbuh mbuh aku gak weruh(gatau aku gatau)". Kami sekeluarga hanya bisa meratapi keadaan Eyang saat ini.      Aku pergi keluar kamar pasien, mengabari Ivanna tentang keadaan Eyang sekarang. "Yang sabar ya, den. Semoga Eyang cepet sehat lagi seperti semula" "Iya, na. Aamiin".       Hari demi hari telah berlalu, surat pindah sekolah telah diurus oleh Ayah...

Rubuhnya Pohon Cinta (2)

Gambar
 *Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya. Selamat membaca..... Sumber: www.pixabay.com      Liburan akhir pekan kali ini aku diajak mengunjungi Eyang di Semarang oleh ayahku. Ayahku berasal keturunan Jawa sementara ibu keturunan Betawi. Mereka mulai saling mengenal sejak duduk di bangku perkuliahan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melegalkan hubungan asmara dalam ikatan rumah tangga. Kemudian tak lama, lahirlah aku ke dunia yang penuh drama ini. Yah anggap saja panggung sandiwara.      Bukan tanpa alasan kami mengunjungi Eyang, beliau sedang jatuh sakit yang lumayan parah. Beberapa hari lalu, beliau terjatuh di dalam kamar mandi yang mengakibatkan kepala Eyang terbentur keras dengan lantai. Oleh karena itu, beliau langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat seketika itu juga. Kata dokter, benturan yang beliau alami membuat beberapa fungsi otak mengalami penurunan sehingga diperlukan perawatan secara intensif. Setelah berembuk dengan...

Rubuhnya Pohon Cinta

Gambar
*Ini  adalah kisah fiktif, adapun kesamaan nama, waktu, ataupun tempat adalah ketidaksengajaan yang disengaja. Sumber : www.freepik.com      Terik matahari membangunkanku saat pasukan raja Alien hampir saja aku kalahkan demi menyelamatkan tuan putri Elenia. "Hoamzz, dikit lagi pengen nyelametin tuan putri tuh padahal. Malah kebangun, huh" kesalku pada matahari yang tak pernah mengucapkan selamat pagi seperti dalam film Teletubbies. "Aden, bangun nak. Mandi sana, siap-siap ke sekolah. Ibu udah siapin nasi goreng kesukaan kamu" teriak ibuku dari luar kamar. "Iya, bu". Aku beranjak dari singasana empuk melaksanakan apa yang ibu titahkan.      Setelah aku mandi, mempersiapkan buku, dan sarapan pagi. Aku pergi ke sekolah dengan motor supra x pemberian kakek, entah sudah berapa lama motor itu menemani perjalanan kakek mengelilingi Jakarta. Sebagaimana anak SMA di Jakarta pada umumnya, berangkat pagi pulang sidang, eh siang. Pagi itu, aku disambut oleh kebisi...