Budak siapa?
Di suatu negeri, terjadi percakapan antara budak dan tuannya. Hamba itupun mengajukan pertanyaan pada majikannya "Tuan, sebenarnya aku ini budak siapa?". Tuannya pun tercengang, ia tak dapat menjawab pertanyaan hamba sahayanya. Hamba itupun pergi kepada seorang yang terkenal arif di negerinya untuk menanyakan hal yang sama.
Orang yang terkenal arif itu pun menjawab "Kau adalah hamba bagi nafsumu. Tinggallah di surauku dan akan kuajari bagaimana caranya menjadi tuan bagi dirimu". 10 tahun berselang, hamba sahaya itupun kembali pada tuannya dengan perasaan yang kalut. Bayangkan saja, dalam waktu yang lama meninggalkan majikan tanpa kabar hanya untuk mencari jawaban atas persoalannya.
Setibanya di kediaman sang majikan, ia melihat seorang lelaki tua dengan rambut beruban lengkap beserta jenggot yang menutupi seluruh janggutnya sedang duduk di teras rumah majikannya. Sang hamba sahaya pun menyapa lelaki tua itu seraya bertanya "Permisi, apakah tuan pemilik rumah ini?". Lelaki tua itu menjawab "Iya, dulunya aku pemilik rumah ini. Namun, semenjak satu-satunya budak yang kumiliki bertanya perihal statusnya sebagai budak yang aku tak dapat menjawabnya. Ia menghilang entah kemana. Berhari-hari aku memikirkan keadaan dia dan jawaban atas pertanyaannya".
![]() |
| Sumber foto : www.freepik.com |
Hamba itupun kembali bertanya "Bukankah dengan posisi tuan sebagai pemiliknya dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah?". Lelaki tua itu bangkit dari kursinya, ia berkata "Bagaimana bisa aku menjawab pertanyaannya sedangkan diriku juga berstatus sebagai budak? Kau tahu? Semenjak hambaku pergi entah kemana. Aku memutuskan untuk mengembara dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan itu. Para ahli hikmah seringkali menjawab pertanyaanku dengan jawaban yang berbeda, namun aku belum puas. Hingga akhirnya,,,,, " lelaki tua itu terdiam sejenak" Aku menemukan jawabannya". "Apa itu hai pak tua?" hamba sahaya tak lagi menganggap orang yang ada di hadapannya ini sebagai tuannya. "Aku, kau, dan seluruh manusia di muka bumi ini adalah budak bagi ego yang tak pernah mau mengalah, ambisi yang tak pernah padam, dan nafsu yang menolak untuk dijinakkan. Kecuali mereka yang telah memasrahkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa. Dulu kau kudapatkan lewat transaksi jual-beli, akupun memilikimu. Jauh sebelum itu, manusia telah berjanji pada tuhan agar mengabdi pada-Nya tanpa keraguan. Lantas, apa artinya jikalau seorang hamba disaat yang sama menjadi tuan bagi hamba yang lainnya? Bukankah itu adalah sebuah pembodohan yang nyata?".
Mereka berdua pun berpelukan dan menangis sejadi-jadinya.

Komentar
Posting Komentar