Sepucuk surat untukku dan kamu
![]() |
| Sumber : www.pixabay.com |
Apa kabar, gais? Apakah kau masih setia menunggu ketidakpastian atau memilih jalan ninja yang lainnya? Kuharap dirimu baik-baik saja ya. Apapun jalan yang kau ambil, kupinta bersungguh-sungguhlah dan jangan menyerah. Bukannya aku bermaksud hendak menggurui atau merasa lebih baik. BUKAN!!!. Aku hanya sedang mencoba menasihati diri sendiri dan menuliskannya disini agar kau juga dapat membacanya sambil ngopi atau nyemilin rumput depan rumah.
Tahun ini yang seharusnya jadi euforia buat lulusan 2020, 2021, bahkan yg baru aja lulus beberapa bulan belakangan malah berubah seratus delapan puluh derajat. Banyak dari mereka yg pengen ngelanjutin kuliah ke al azhar university sekalian menghilangkan rasa penasaran akan fir'aun, pyramid, dan sungai nil. Siapa si yg gamau kesana? Apalagi semenjak film ayat-ayat cinta yg diangkat dari novelnya kang abik(Ust.Habiburrahman El Shirazy) melejit. Namun, apalah daya.... Setelah sekian lama menunggu, hingga kini belum ada angin segar ataupun berita resmi tentang pendaftaran al azhar jalur eta(gausah disebut yak, faham kan?😅).
Ekspektasi yang tinggi seketika jatuh ke relung jurang yang terdalam. Hancur berkeping-keping, layaknya gelas yang jatuh dari atas Menara Eiffel. Kecewa? Marah? Sedih? Jelas. Tapi mau sampe kapan? Sekarang saatnya tuk menentukan pilihan, tetap bertahan menanti ketidakpastian atau memilih kampus lainnya di luar maupun dalam negri. Kuliah di azhar harus punya ijazah mu'adalah?, eitss tentu saja. Tapi apakah kawan-kawan yang ijazahnya mu'adalah bisa daftar dengan mulusnya? Gajuga, mereka pun masih kebingungan dalam melangkah. Namanya juga idup, satu masalah kelar muncul masalah baru. Bahkan tak sedikit yang mulai berpikir realistis dan mencoba move on dari al azhar dengan daftar di kampus dalam negeri ataupun luar negeri seperti maroko, yaman, turki, dst.
Kawan,,,,,
Sungguh, aku takjub dengan semangat kalian dalam perjuangan pelik ini. Apalagi mengingat kembali momen menunggu pembukaan pendaftaran hingga rela menahan rindu dan berlebaran di kampung orang. Hal yang membuatku tak dapat menahan tetes air mata adalah ketika mengetahui bahwa tak semua dari kita berasal dari keluarga hedon dengan kantong yang selalu ceria. Namun, dengan segala keterbatasan, tetap ikut bergabung dalam perjuangan yang sama di sebuah rumah yang bernama markaz arabiyyah.
Ingatlah selalu bahwa kita pernah berjuang bersama yang terkadang diliputi tangis, marah, dan hampir menyerah
Ingatlah bahwa kau tak patah hati sendirian, tapi calon masisir INDONESIA pun merasakan hal yang sama, sistah.....
Namun, dibalik itu semua ada hikmah tersembunyi yang perlu kita cari
Bangunlah dari tidurmu
Bangkitlah dari rebahanmu
Selamat berjuang kembali, bung.....
Kuliah dimana aja, sing penting sinau. Dawuh seniorku "Kuliah dimana aja sama zid, kalo gak rajin baca mah gaada bedanya". Percayalah, keberanianmu dlm mengambil keputusan utk kuliah di dalam negri bukanlah suatu aib dan menyerah dengan keadaan. Melainkan sebuah langkah tuk mewujudkan cita dan membahagiakan orang tercinta. Jangan takut tuk mencoba, jangan takut gagal......
TRY AND ERROR
Salam damey🌻
Tangerang, 15 Juli 2022

Baarakallah fiikum😊
BalasHapusAhlan mbak😅🙏🏻, Semoga doanya balik ke antum juga yaww🤲🏼
HapusSemangat nak
BalasHapusJan lupa perawatan, mak🙏🏻
HapusPanutan🔥
BalasHapusSugeng rawuh mas😅🌻
Hapussubhanallah mas yazid,,,wkwkkwkwk
BalasHapusAlhamdulillah, mbak res😅🙏🏻
Hapus