Nahwiyyah Jawiyyah

Berkenalan dengan nahwu dan eksistensinya di bumi pertiwi

Sumber : www.freepik.com 

     Nahwu merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang gramatikal bahasa arab dilihat dari segi i'robnya(harokat akhirnya). Ia merupakan cabang ilmu lughat yang wajib dikuasai oleh orang yang ingin mempelajari ilmu tafsir dan hadis. Kenapa? Karena al-qur'an dan sunnah memiliki makna tersirat yang hanya dapat diketahui oleh seseorang jika ia faham ilmu nahwu. Imam Syarofuddin Yahya Al-'Imrithi berdawuh tentang tujuan mempelajari ilmu nahwu di dalam nadzhomnya:

كي يفهموا معاني القرآن # والسنة الدقيقة المعاني

Untuk memahami makna-makna mendalam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah

     Lambat laun fan ilmu ini berkembang sehingga banyak sekali kita temukan kitab-kitab yang membahas ilmu nahwu. Mulai dari yang berbentuk kalam natsr(prosa) hingga yang berupa kalam syi'ir(sajak). Ulama yang bergelut di dalam dunia pernahwuan pun tak sedikit, diantaranya Imam Kholil, Imam Sibawaih, Imam Ibnu Hisyam, Imam Al-Kisa'i, Imam Ibnu Malik, dst. 

     Salah satu nadzhom nahwu yang populer di kalangan pesantren ialah nadzhom Alfiyyah karya Imam Ibnu Malik yang berjumlah 1002 bait. Konon katanya menurut sebagian versi, ulama yang pertama kali membawa dan memperkenalkan nadzhom tersebut ke bumi nusantara ialah Syaikhona Kholil Bangkalan(Mahaguru kyai Nusantara). Hingga saat ini makam beliau tak pernah sepi dari peziarah. 

     Tradisi kalangan santri ketika telah selesai menghafalkan alfiyyah ialah berziarah ke makam beliau dan mengulang kembali hafalannya dari bait pertama hingga akhir, tabarrukan istilahnya. Kemudian setelah zaman beliau, muncullah para kyai yang identik dengan spesialisasinya dalam bidang ilmu nahwu seperti KH Abdul Karim(Mbah Manab) Lirboyo, KH Ghozali bin Lanah Sarang, KH Achmad Cholil bin Muhammad Harun Sarang, Alhabib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Jakarta, dst. Maka tak jarang kita temukan kyai dengan julukan Imam Sibawaih dikarenakan kepiawaiannya di dalam bidang ilmu tersebut. 

     Ada sebuah anekdot yang seringkali penulis sampaikan dalam forum perkopian bahwasanya orang jawa telah mengenal ilmu nahwu sejak dahulu kala sebelum trend mabar dan pamer ayang mengganggu kehidupan remaja. Apa buktinya? Diantaranya ialah penerapan amtsilatul mubalaghoh yang dikenal oleh orang jawa sebagai skala besar kecilnya pekerjaan atau benda tersebut. Amtsilatul mubalagoh memiliki 5 wazan yang dijadikan patokan dalam pembuatannya, yaitu :

فَعَّالٌ، فَعُوْلٌ، مِفْعَالٌ، فَعِيْلٌ، فَعِلٌ

     Setiap perkara yang pertama kali disebutkan dalam bab nahwu biasanya memiliki keistimewaan tersendiri yang tak dimiliki oleh kawan-kawannya atau biasa disebut dengan Ummul Bab. Wazan yang biasanya dipakai untuk amtsilatul mubalagoh ialah wazan فَعَّالٌ (latin : fa'alun). 

     Lantas bagaimana penerapan nahwu yang dilakukan oleh orang jawa? Oke, cekidot.

     Katakan lah terdapat dua orang pemuda bernama Kodar dan Kodir. Kodar sedang beristirahat di kamar setelah seharian bekerja di sawah. Kemudian datanglah Kodir yang bermaksud untuk mengajak Kodar bermain "Kodar, ayo melu aku dolan nang lapangan karo arek-arek(Kodar, ayo ikut aku maen di lapangan sama anak-anak)". Kodar yang merasa sangat lelah pun menjawab "Moh, Kuuueeeselll aku, dir(gamau, cuaaaapeekk aku, dir)". Makanya ada sebuah tingkatan dalam bahasa jawa dalam mengungkapkan sesuatu. Contoh ketika kita melihat bangunan yang besar "Gedi", lebih besar lagi "Gueedi", sangat amat besar "Gueeeeeedi" ditambah dengan penekanan pada akhir lafadznya, gubrakk.


Wallahu a'lam

Tabik, 

Tangerang, 23 Juni 2022 M

Komentar

  1. Balasan
    1. Masya Allah, semoga keluarganya sakinah mawaddah warohmah ya, ustadzah🙏🏻

      Hapus
  2. Jika ada kata² asing tulisannya gak bisa di buat miring atau tebal ta Zid? atau memang sengaja tidak di miringin atau di tebalin🙏. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja mas, hehe. Buru2 soalnya😅🙏🏻😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Milenialisantri

Mempertahankan Eksistensi Pesantren di Tengah Gempuran Ngaji Online